Rabu, 03 September 2008

ATRO NUSANTARA JAKARTA

Mempublikasikan Posting


KERIPIK KENTANG


Tahukah anda.......bahwa
Keripik kentang
adalah potongan tipis kentang yang digoreng deep fried atau dipanggang sampai garing. Keripik kentang umumnya disajikan sebagai pembangkit selera (appetizer) atau makanan ringan (snack). Jenis komersial biasanya dikemas dalam kantong untuk dijual. Penyiapan keripik yang paling sederhana adalah dengan digoreng dan digarami, tapi para produsen dapat menambahkan berbagai jenis penyedap (umumnya menggunakan terna atau rempah, aditif buatan atau MSG). Keripik kentang adalah bagian penting dari pasar makanan ringan di negara-negara berbahasa Inggris dan banyak negara "barat" lainnya.

MENGINGAT KEMBALI TEKNIK RADIOLOGI MASTOID AIR CELLS

TUJUAN DARI PEMERIKSAAN INI ADALAH UNTUK MENDAPATKAN GAMBARAN DARI MASTOID AIR CELLS

INDIKASI DARI PEMERIKSAAN INI ADALAH: OMP (OTITIS MEDIA PURRULENS )

POSISI : AXIO LATERAL, DENGAN METODA

· HENSCHEN, POSISI INI LEBIH JELAS UNTUK MEMPERLIHATKAN TUMOR PADA SYARAF-SYARAF ACOUSTIC

· SCHULLER

· LYSHOLUM

TEKNIK PEMERIKSAAN

PASIEN DIPOSISIKAN SEMI PRONE ATAU DUDUK MENGHADAP GRID VERTIKAL

DAUN TELINGA DILIPAT KE DEPAN DAN DIBERI PLESTER

MAE SISI YANG DIFOTO, DILETAKKAN PADA TITIK PUSAT KASET

KEPALA DIPOSISIKAN LATERAL DAN MERAPAT PADA TEMPAT KASET

MSP SEJAJAR DENGAN FILM SERTA INTERPUPILLARY LINE TEGAK LURUS FILM

IOMBL SEJAJAR DENGAN AXIS TRANVERSAL FILM

CR : METODA HENSCEN : 15° CAUDALLY

METODA SCHULLER : 25° CAUDALLY

METODA LYSHOLUM : 35° CAUDALLY

CP : MENUJU MAE YANG DEKAT KE FILM

KOLIMASI DIBATASI SEPERLUNYA

KRITERIA GAMBAR

METODA HENSCEN : TAMPAK GAMBARAN MASTOID AIR CELLS, ANTRUM MASTOID, MAI DAN MAE, TEGMEN TYMPANI.

METODA SCHULLER : TAMPAK STRUKTUR PNEUMATIC DARI PROCESSUS MASTOIDEUS, ANTRUM MASTOID, TEGMEN TYMPANI, MAI DAN MAE.

METODA LYSHOLUM : TAMPAK MASTOID AIR CELLS, MASTOID ANTRUM, MAE, TEGMEN TYMPANI, LABYRINTH

DENGAN KETIGA METODE INI, MASTOID DAN OS PETROSUM TERGAMBAR PADA BAGIAN TENGAH FOTO

MASTOID AIR CELLS TERGAMBAR DI BAGIAN POSTERIOR OS PETROSUM

TAMPAK TMJ DI DEPAN OS PETROSUM

MASTOID DAN OS PETROSUM SISI YANG TIDAK DIFOTO TERPROYEKSI LEBIH RENDAH DARI GAMBARAN YANG DIPERLUKAN (SISI YANG DIFOTO)

Tambah Gambar

Senin, 01 September 2008

FILSAFAT


Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang "pencinta kebijaksanaan" atau "ilmu". Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".

Definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa dikatakan bahwa "falsafah" itu kira-kira merupakan studi tentang arti dan berlakunya kepercayaan atau pengetahuan manusia pada sisi yang paling dasar dan universal. Studi ini didalami tidak dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan problem secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektik. Dialektik ini secara singkat bisa dikatakan merupakan sebuah bentuk dialog. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.